Warsanusantara.com – 10 Dzulhijjah, seluruh umat Muslim di dunia secara serempak merayakan Hari Raya Idul Adha. Sekaligus menandai hari dimana puncak ibadah Haji dilaksanakan di padang Arofah.
Idul Adha berasal dari bahasa Arab, ‘Id yang berarti ”perayaan” dan Adha yang berarti ”kurban”. Idul Adha dapat diartikan sebagai “Hari Raya Qurban”, masyarakat jawa sering menyebut Idul Adha sebagai Hari Raya Kurban atau lebaran Haji.
Idul Adha mengandung makna yang dalam, hari dimana kita memperingati kisah pengorbanan Nabi Ibrahim a.s. yang diperintahkan oleh Allah SWT untuk mengorbankan putranya Ismail a.s, sebagai bukti ketaatan kepada Allah SWT.
Jika kita mengibaratkan setiap kita adalah Ibrahim, Nabi Ibrahim punya separo jiwa berwujud Ismail a.s. dan kita bisa meneladaninya dengan perumpamaan bahwa Ismail adalah jabatan kita, gelar kepangkatan kita, ego kita, yang kita sayangi dan kita pertahankan mati-matian didunia ini.
Nabi Ibrahim tidak diperintah Allah SWT untuk membunuh Ismail. Tapi hanya diminta oleh Allah SWT untuk membunuh rasa “kepemilikan” terhadap belahan jiwanya yaitu Ismail, karena hakikatnya semua adalah milik Allah dan akan kembali juga kepada Allah tanpa kita ketahui kapan waktunya.
Banyak hal yang kita rasa sudah menjadi bagian hidup kita, namun ternyata harus dilepas dengan keikhlasan dan ketabahan karena sejatinya bukan milik kita.
Idul qurban juga menjadi momentum untuk merefleksikan nilai-nilai pengorbanan, ketaatan, keikhlasan serta kepedulian sosial kepada sesama.
Ditandai dengan pelaksanaan penyembelihan hewan qurban, baik itu unta, sapi maupun kambing atau domba. Daging hewan qurban kemudian dibagikan kepada masyarakat dengan lebih mengutamakan fakir miskin dan kaum duafa, ini menjadi wujud nyata dari kepedulian sosial dan solidaritas kemanusiaan.

Pembagian daging qurban juga mengajarkan kita tentang pentingnya berbagi dan membantu sesama, memberikan kesempatan bagi saudara-saudara kita yang masih hidup dibawah kemiskinan bisa menikmati kebahagiaan.

Disisi lain perayaan Hari Raya Idul Adha dapat mempererat tali silaturahmi, meningkatkan kepedulian sosial dan menumbuhkan semangat untuk selalu bersyukur dan berbagi kepada sesama. (*)

