Thursday, April 30, 2026
spot_img
HomeTokohInspiratifKisah Pedagang Asongan Jombang, Naik Haji Bersama Istri 2026

Kisah Pedagang Asongan Jombang, Naik Haji Bersama Istri 2026

Warsanusantara.com – Teman Hariono (51), Pedagang asongan asal Dukuhklopo, Kecamatan Peterongan berangkat Haji bersama 1.267 jamaah asal jombang tahun ini.

Kisah inspiratif, kesabaran dan ketekunan mengatarkannya meraih impian setiap muslim ditanah air. Hidup dalam keterbatasan ekonomi, tidak menyurutkan niatnya berhaji. sehari-hari hanya bekerja sebagai pedagang asongan, dengan penghasilan jauh dari kata layak jika diukur dengan Upah Minimum Regional (UMR) Jombang.

Diusianya yang sudah setengah abad, dia tetap semangat memanggul dagangan berkeliling di tempat keramaian, berpindah dari satu tempat ketempat lain, apapaun acaranya yang ada keramaian disitu Teman hariono hadir menjajakan dagangannya.

Aktivitas tersebut telah ia jalani selama puluhan tahun, bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup, tetapi juga demi menggapai cita-cita berangkat ke Tanah Suci.

Bersama sang istri, Jumilah (50), Teman Hariono membuktikan bahwa usaha kecil yang dilakoni secara konsisten dapat menghasilkan pencapaian besar asal sabar dan istiqomah. Setelah menabung selama kurang lebih 29 tahun, pasangan ini dijadwalkan akan berangkat haji dilepas Bupati Jombang dari pendopo Kabupaten tahun ini.

“Yang penting halal dan bisa menyisihkan sedikit demi sedikit,” ujar Teman Hariono saat ditemui awak media, Senin (27/4/2026).

Perjalanannya sebagai pedagang asongan dimulai sejak 1988, jauh sebelum ia berkeluarga. Saat itu, ia berkeliling menawarkan dagangan di dalam bus, mengikuti pengajian, hingga mendatangi pertunjukan seni tradisional seperti jaranan dan reog.

Setelah menikah pada 1997, perjuangan tersebut dilanjutkan bersama istri. Keduanya saling berbagi peran dan menguatkan, terutama saat kondisi ekonomi tidak menentu.

Pada masa awal berjualan, penghasilannya hanya sekitar Rp. 35 ribu per hari. Meski kecil, ia tetap berkomitmen menyisihkan sebagian pendapatan. Seiring waktu, penghasilannya meningkat hingga sekitar Rp. 300 ribu per hari.

Baca Juga:  Anak buruh Tani Kecamatan Ngusikan peroleh Golden Ticket masuk Unair

Ia juga kerap merantau sementara ke luar kota, seperti Jepara, lamongan bahkan pernah ke Tuban demi mencari peluang tambahan. Baginya, di mana ada keramaian, di situlah peluang rezeki terbuka.

“Kadang harus pergi jauh, tapi saya jalani saja. Yang penting ada hasil untuk keluarga dan tabungan haji,” tuturnya.

Kedisiplinan menjadi kunci utama perjalanan mereka. Nominal tabungan yang disisihkan pun bervariasi, mulai dari Rp. 10 ribu hingga Rp. 100 ribu, tergantung kondisi pendapatan.

Menurutnya, konsistensi jauh lebih penting dari pada besar kecilnya jumlah tabungan. Kebiasaan menabung secara rutin, kata dia, lambat laun akan membuahkan hasil.

Hasil kerja keras tersebut mulai terlihat pada 2012, ketika mereka berhasil mendaftarkan diri sebagai calon jemaah haji. Namun, mereka masih harus menunggu lebih dari satu dekade hingga akhirnya mendapat jadwal keberangkatan.

Tahun 2026 ini, menjadi momen yang dinanti. Dengan penuh rasa syukur, Teman Hariono mengaku tak menyangka bisa mencapai titik tersebut setelah perjalanan panjang yang dilaluinya.

Ia menegaskan, keberangkatan haji ini bukan sekadar ibadah, tetapi juga buah dari kesabaran, doa, dan keyakinan yang terus dijaga selama bertahun-tahun.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Jombang, H. Ilham Rohim, S.Ag., M.HI. menyampaikan bahwa sebanyak 1.267 calon jemaah haji asal Jombang dijadwalkan berangkat pada tanggal  6–7 Mei 2026.

Para jemaah akan terbagi dalam beberapa kelompok terbang (kloter), yakni kloter  60, 61, 62, dan 63 melalui Embarkasi Juanda Surabaya.

Ilham menambahkan, peluang keberangkatan bagi jemaah cadangan masih terbuka, tergantung kondisi di daerah lain. Jika terdapat kuota kosong akibat pembatalan, maka kemungkinan akan dialihkan kepada jemaah lain yang jgua berasal dari Jombang.

Baca Juga:  Usia 15 tahun lolos SNBP 2025 Unair Prodi Farmasi

Pihaknya, lanjut dia, terus memantau perkembangan tersebut guna memastikan optimalisasi kuota yang tersedia.

Perjalanan Teman Hariono menjadi gambaran nyata bahwa mimpi besar dapat diraih melalui langkah kecil yang dilakukan secara konsisten, disertai kerja keras dan doa yang tak pernah putus. (*)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments