Saturday, August 30, 2025
spot_img
HomeJombang3 Tokoh Jombang Penerima Tanda kehormatan dari Presiden Prabowo 2025

3 Tokoh Jombang Penerima Tanda kehormatan dari Presiden Prabowo 2025

Jombang – Dalam peringatan HUT RI ke 80 kali ini terasa istimewa, khususnya bagi warga Jombang. Pasalnya  ada tiga tokoh putra Jombang yang dianggap berjasa dan pantas  dinobatkan sebagai penerima Tanda Kehormatan dari Presiden RI Prabowo Subianto pada peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Acara penganugerahan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Senin (25/8).

Ketiganya dinilai telah berjasa besar bagi bangsa dan Negara sesuai dengan bidangnya masing-masing serta diangap layak mendapatkan penghargaan negara.

Berdasarkan Keputusan Presiden RI (Kepres) Nomor 74/TK/Tahun 2025, Presiden Prabowo menganugerahkan Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera kepada 88 tokoh.

Dari Jombang, penghargaan itu diterima oleh masing-masing :

Abdul Muhaimin Iskandar (lahir 24 September 1966), atau lebih dikenal sebagai Cak Imin atau Gus Imin, adalah seorang politikus yang menjabat sebagai Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Indonesia sejak Oktober 2024
  1. Abdul Muhaimin Iskandar, atau cak imin sapaan akrabnya. Ketua Umum DPP PKB yang kini menjabat Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat. ia menerima Anugerah Bintang Mahaputera Adipurna. Dirinya dinilai berjasa dalam bidang pemberdayaan masyarakat.

“Beliau berjasa luar biasa dalam bidang pemberdayaan masyarakat melalui kebijakan peningkatan kapasitas tenaga kerja, penguatan program kesejahteraan keluarga, serta dukungan bagi ekonomi kerakyatan,” tutur pembawa acara membacakan alasan pemberian gelar.

Bintang Mahaputera Adipurna merupakan tanda kehormatan negara tertinggi dari lima jenjang, yakni Bintang Mahaputera Adipurna, Adipradana, Utama, Pratama, dan Nararya.

KH Yusuf Hasyim (3 Agustus 1929 – 14 Januari 2007) adalah politikus Indonesia, tokoh Nahdlatul Ulama, dan pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang sampai 2006. Ia adalah anak Hasyim Asy’arie, pendiri NU, dan paman dari Abdurrahman Wahid, presiden Indonesia keempat
  1. Almarhum KH Yusuf Hasyim asal Tebuireng yang dinilai berjasa dalam bidang pendidikan dan perjuangan kemerdekaan melalui pembentukan Laskar Hizbullah. Letkol (Purn) KH Yusuf Hasyim adalah Komandan Kompi Laskar Hizbullah yang juga Komandan Banser Nasional Pertama, menerima anugerah tanda kehormatan Bintang Mahaputera Utama dari Presiden RI Prabowo Subianto. diwakili putranya KH Irfan Yusuf, yang juga menjabat Kepala Badan Penyelenggara Haji Republik Indonesia.

Selain itu, melalui Keputusan Presiden RI Nomor 77/TK/Tahun 2025 tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma, Presiden juga memberikan penghargaan kepada 8 tokoh.

Baca Juga:  Bupati Warsubi dukung penuh rencana Pembangunan Kampus UPN di Wonosalam
Gombloh (12 Juli 1948 – 9 Januari 1988) adalah seorang penyanyi-penulis lagu kelahiran Tawangsari, Desa Kepatihan, Kec./Kab. Jombang. Ia memiliki nama asli Soedjarwoto Soemarsono. Sejak kecil dijuluki ‘Gombloh’. Dari kata ‘Nggomblohi’ atau ‘pura-pura bodoh’, tetapi membawa hoki dalam karier bermusiknya.

Salah satunya dari Jombang adalah almarhum Soedjarwoto Soemarsono atau lebih dikenal dengan nama Gombloh.

Gombloh seorang penyanyi sekaligus penulis lagu legendaris Indonesia yang lahir pada 14 Juli 1948 di Jombang dan meninggal pada 9 Januari 1988 di Surabaya akibat penyakit paru-paru yang dideritanya sejak lama. Ia dikenal sebagai penyanyi balada sejati dengan lagu-lagu yang berjiwa sosial dan nasionalisme, seperti “Kebyar-Kebyar” dan “Berita Cuaca”, Kugadaikan Cintaku. Gombloh lahir dalam masa pengungsian di Tawangsari, Kepatihan, Jombang, akibat Agresi Militer Belanda II.

Ditempat terpisah, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Jombang, Hari Purnomo, menyambut baik dan menyampaikan apresiasi tertingginya kepada Presiden RI atas penganugerahan tersebut terhadap 3 tokoh Jombang. pihaknya merasa bangga atas pengakuan yang diberikan pemerintah pusat terhadap tokoh asal daerahnya. Ini menunjukkan kiprah serta konstribusi para tokoh jombang diakui secara nasional.

“Meskipun kami di Pemkab Jombang tidak menerima pemberitahuan sebelumnya, tapi kami sangat bangga dan berterima kasih kepada Bapak Presiden atas penghargaan yang diberikan kepada tokoh-tokoh Jombang,” ujar hari Purnomo. (*)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments