Jombang – Dalam peringatan HUT RI ke 80 kali ini terasa istimewa, khususnya bagi warga Jombang. Pasalnya ada tiga tokoh putra Jombang yang dianggap berjasa dan pantas dinobatkan sebagai penerima Tanda Kehormatan dari Presiden RI Prabowo Subianto pada peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Acara penganugerahan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Senin (25/8).
Ketiganya dinilai telah berjasa besar bagi bangsa dan Negara sesuai dengan bidangnya masing-masing serta diangap layak mendapatkan penghargaan negara.
Berdasarkan Keputusan Presiden RI (Kepres) Nomor 74/TK/Tahun 2025, Presiden Prabowo menganugerahkan Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera kepada 88 tokoh.
Dari Jombang, penghargaan itu diterima oleh masing-masing :

- Abdul Muhaimin Iskandar, atau cak imin sapaan akrabnya. Ketua Umum DPP PKB yang kini menjabat Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat. ia menerima Anugerah Bintang Mahaputera Adipurna. Dirinya dinilai berjasa dalam bidang pemberdayaan masyarakat.
“Beliau berjasa luar biasa dalam bidang pemberdayaan masyarakat melalui kebijakan peningkatan kapasitas tenaga kerja, penguatan program kesejahteraan keluarga, serta dukungan bagi ekonomi kerakyatan,” tutur pembawa acara membacakan alasan pemberian gelar.
Bintang Mahaputera Adipurna merupakan tanda kehormatan negara tertinggi dari lima jenjang, yakni Bintang Mahaputera Adipurna, Adipradana, Utama, Pratama, dan Nararya.

- Almarhum KH Yusuf Hasyim asal Tebuireng yang dinilai berjasa dalam bidang pendidikan dan perjuangan kemerdekaan melalui pembentukan Laskar Hizbullah. Letkol (Purn) KH Yusuf Hasyim adalah Komandan Kompi Laskar Hizbullah yang juga Komandan Banser Nasional Pertama, menerima anugerah tanda kehormatan Bintang Mahaputera Utama dari Presiden RI Prabowo Subianto. diwakili putranya KH Irfan Yusuf, yang juga menjabat Kepala Badan Penyelenggara Haji Republik Indonesia.
Selain itu, melalui Keputusan Presiden RI Nomor 77/TK/Tahun 2025 tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma, Presiden juga memberikan penghargaan kepada 8 tokoh.

Salah satunya dari Jombang adalah almarhum Soedjarwoto Soemarsono atau lebih dikenal dengan nama Gombloh.
Gombloh seorang penyanyi sekaligus penulis lagu legendaris Indonesia yang lahir pada 14 Juli 1948 di Jombang dan meninggal pada 9 Januari 1988 di Surabaya akibat penyakit paru-paru yang dideritanya sejak lama. Ia dikenal sebagai penyanyi balada sejati dengan lagu-lagu yang berjiwa sosial dan nasionalisme, seperti “Kebyar-Kebyar” dan “Berita Cuaca”, Kugadaikan Cintaku. Gombloh lahir dalam masa pengungsian di Tawangsari, Kepatihan, Jombang, akibat Agresi Militer Belanda II.
Ditempat terpisah, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Jombang, Hari Purnomo, menyambut baik dan menyampaikan apresiasi tertingginya kepada Presiden RI atas penganugerahan tersebut terhadap 3 tokoh Jombang. pihaknya merasa bangga atas pengakuan yang diberikan pemerintah pusat terhadap tokoh asal daerahnya. Ini menunjukkan kiprah serta konstribusi para tokoh jombang diakui secara nasional.
“Meskipun kami di Pemkab Jombang tidak menerima pemberitahuan sebelumnya, tapi kami sangat bangga dan berterima kasih kepada Bapak Presiden atas penghargaan yang diberikan kepada tokoh-tokoh Jombang,” ujar hari Purnomo. (*)