Jombang – Nama Dra Ida Inayahwati MPdI, sudah tidak asing di MAN 1 Jombang. Bu Ida biasa dipanggil adalah guru senior yang sudah mengajar di MAN 1 Jombang selama 21 Tahun, sejak tahun 2004.
Tidak hanya banyak dikenal dikalangan guru, nama Ida Inayahwati juga dikenal sebagai penulis buku ajar Akidah Akhlak yang digunakan di seluruh Indonesia sebagai buku wajib siswa Madrasah Aliyah. Apa yang dilakukan telah menjadi kontribusi besar dalam dunia pendidikan Islam di tanah air, khususnya dalam bidang Akidah Akhlak
Bu Ida menuturkan bahwa dirinya hingga saat ini sudah menulis 12 buku yang terbit, itu dilakukannya sejak tahun 2013. “Alhamdulillah saat ini saya sudah memiliki 12 buku yang sudah diterbitkan sejak 2013, insyaallah akan menyusul buku berikutnya,’’ ujar Bu Ida.
Menurut pengakuannya, Kecintaan terhadap dunia menulis sudah dimulai sejak masih duduk dibangku kuliah, saat itu di IAIN Sunan Ampel Surabaya.
’’saya sejak masih kuliah memang suka menulis. Terutama menulis esai yang dimuat di majalah kampus IAIN Sunan Ampel Surabaya sekarang menjadi UIN Surabaya,’’ kenangnya.
Semangat itu terus menyala hingga saat ini, bahkan ia kini telah berhasil menulis belasan buku pelajaran Akidah Akhlak untuk tingkat Madrasah Aliyah yang dipakai sekolah MA di seluruh Indonesia.
Bu Ida pertama kali menulis dua buku Akidah Akhlak untuk Kurikulum 2013 (K13) pada tahun 2017, atas permintaan pembaruan, ia menyusun tiga buku lagi yang kemudian direvisi pada 2019.
Tidak berhenti di situ, tahun 2022, ia kembali menerbitkan tiga buku untuk kelas 10, 11, dan 12 sesuai Kurikulum Merdeka.
Seiring perkembangan pendekatan pembelajaran berbasis deep learning, kini telah terbit satu buku untuk kelas 10 dan satu buku kelas 11 sedang dalam proses cetak. Sedangkan untuk kelas 12 sedang dalam tahap penulisan.
“ saya memang suka menulis, Sebelum menulis buku pelajaran yang diterbitkan Erlangga, saya lebih dulu membuat modul untuk madrasah dan ikut menyusun LKS bersama MGMP Akidah Akhlak untuk MA se-Kabupaten Jombang,’’ jelasnya.
Kesempatan emas datang saat koordinator penerbit Erlangga pusat berkunjung ke MAN 1 Jombang, tempat Ida mengajar. Ketika itu, Erlangga sedang mengembangkan lini buku agama.
’’Waktu itu, mereka mencari guru yang sudah pernah menulis. Allah yang mengatur pasti. Saya dipertemukan dan diminta menunjukkan karya-karya saya. Alhamdulillah, setelah itu saya diminta identitas untuk menulis buku,’’ tuturnya.
Kini, buku-buku karangan Ida digunakan di berbagai madrasah di Indonesia. Meski penerapannya bergantung pada kebijakan masing-masing pimpinan madrasah.
Bu Ida menekankan bahwa dirinya hanya fokus menulis sesuai dengan mata pelajaran yang dia ampu. “Saya tidak bisa nulis buku umum, tapi saya tahu capaian pembelajaran dan sudah ada panduan, tinggal menyesuaikan materi yang saya susun,’’ urainya.
Sebagai guru sekaligus penulis, ia harus pandai mengatur waktu. Menurut pengakuannya, ia biasanya mulai menulis pada malam hari dengan alasan agar tidak mengganggu tugas utamanya sebagai guru.
’’Dulu bisa sampai pukul 23.30. Sekarang paling sampai jam 10 malam. Suasana lebih tenang dan tidak ada gangguan pekerjaan lain. Lagi pula saya sudah punya banyak bank materi, tinggal mengedit dan menyesuaikan,’’ tambahnya.
Perjalanan karier mengajar Ida Inayahwati dimulai sebagai guru honorer di MIN 1 Jombang, lalu mengajar di MTs Ma’arif Kauman Utara dan MTs At-Taufiq. Tahun 1999, selajutnya diterima seleksi CPNS dan ditempatkan di MAN 5 Jombang. Pada tahun 2004 sampai sekarang 21 tahun mengajar di MAN 1 Jombang.
Tidak hanya aktif sebagai guru. Ia juga aktif di sejumlah organisasi. Sebagai Sekretaris Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Akidah Akhlak MA Kabupaten Jombang dan anggota MGMP Akidah Akhlak MA Provinsi Jawa Timur. (*)

