Sunday, February 22, 2026
spot_img
HomeJombangWarung Pecel Lele Legendaris Budi Luhur Jombang: Tersohor dengan Rasa menggigit di...

Warung Pecel Lele Legendaris Budi Luhur Jombang: Tersohor dengan Rasa menggigit di lidah

Warsanusantara.com – Saat kita melintas di jalur Nasional Jombang arah Nganjuk, sisi kanan jalan akan dijumpai warung “pecel lele” legendaris dan terkenal. Warung Budi Luhur yang terletak di Dusun Manisrenggo, Desa Gondangmanis, Bandarkedungmulyo, Jombang.

Warung sederhana ini telah ada selama lebih dari tiga decade. berdiri sejak tahun 1990-an hingga kini masih eksis melayani pelanggan.

Meja panjang, lesehan sederhana, dan penerangan seadanya justru menghadirkan suasana hangat yang membuat pengunjung betah. tidak heran, warung ini kerap diserbu pengunjung yang kangen masakan berbalur sambal terasi khas dengan cita rasa menggoyang lidah.

Pecel Lele Budi Luhur telah menjadi ritual kuliner wajib bagi warga lokal hingga para pengendara yang melintas. Pengunjungnya datang dari berbagai kalangan. Mulai mahasiswa, sopir lintas kota, keluarga, hingga pejabat yang singgah tanpa atribut. Semua duduk berdampingan, disatukan oleh cita rasa yang konsisten dari masa ke masa.

Lele goreng disajikan panas dengan kulit garing dan tekstur daging lembut. Namun, daya tarik utama warung ini terletak pada sambalnya. Sambal terasi mentah racikan khas disajikan segar setiap hari, dengan warna merah cerah dan aroma kuat. Tingkat kepedasan pun sesuai dengan selera permintaan pelanggan.

Farida, selaku Pengelola warung mengatakan resep sambal tersebut dijaga sejak awal berdiri hingga saat ini tetap sama. “Kami tetap pakai sambal mentah supaya rasanya segar. Itu yang bikin pelanggan balik lagi,” ujarnya dengan ramah.

Sambal “mentah” yang dimaksud adalah racikan cabai, terasi, bawang, dan rempah yang diulek manual, menjaga kesegaran dan aroma yang “nendang”. Sambal inilah yang membedakannya, berwarna merah segar, bukan kecokelatan atau kehitaman, dengan rasa terasi yang harum dan tidak amis.

Baca Juga:  Jackvanden di vonis 20 Tahun Penjara: Terdakwa Pembunuh Balita 3,5 tahun di Mojoagung Jombang

Pada akhir pekan dan musim liburan, warung ini biasanya kerap dipadati pengunjung. Dalam sehari, sekitar 100 porsi bisa terjual saat ramai. Pecel lele isi dua dibanderol Rp 23 ribu per porsi.

Selain menu andalan pecel lele, juga tersedia ayam goreng, bandeng goreng, soto daging, hingga rawon, dengan kisaran harga Rp 23 ribu hingga Rp 30 ribu. Warung ini buka setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 23.00 WIB.

Testimoni dari pelanggan setia Oisatin yang sudah menjadi pelanggan sejak beberapa tahun lalu. “Sudah langganan sejak dulu. Banyak yang jual pecel lele, tapi sambal di sini memang khas. Bisa request pedasnya, warnanya merah segar, dan rasanya benar-benar menyatu dengan lele goreng yang krispi. Harganya juga sangat terjangkau, sangat direkomendasikan,” ujarnya sambil menyantab lele goreng.

Suasana warung lesehan dan sederhana justru menciptakan nuansa santai dan damai, sehinga  Pelanggannya dapat menyantap hidangan dengan puas.

Pecel Lele Budi Luhur Jombang lebih dari sekadar tempat makan. Ia adalah penjaga memori rasa Jawa Timur yang otentik. Ketekunan menjaga resep turun-temurun, konsistensi rasa, dan harga yang bersahabat adalah resep abadi yang membuatnya bertahan sebagai legenda.

Setiap piring yang disajikan bukan hanya sajian, melainkan cerita panjang tentang warisan kuliner yang sederhana, namun mendalam dan melekat di hati.

“Setiap gigitan adalah cerita, dan setiap rasa adalah kenangan,” tutup Farida dengan senyum, kembali melanjutkan aktivitasnya di balik tungku dan cobek sambal. (*)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments