Saturday, February 14, 2026
spot_img
HomeJombangCandi Rimbi : Salah satu peninggalan era kerajaan Majapahit di Jombang yang...

Candi Rimbi : Salah satu peninggalan era kerajaan Majapahit di Jombang yang masih tampak Megah

Warsanusantara.com – Candi Rimbi merupakan salah satu peninggalan era Majapahit yang masih tampak kokoh berdiri walaupun bentuknya sudah tidak utuh lagi. Bercorak Hindu Siwa dengan nama lain Cungkup Pulo. Pada kaki candi terdapat relief yang berisi ajaran tantra.

Nama rimbi ini diambil dari nama seorang tokoh pewayangan bernama Arimbi, istri Werkudara atau dikenal dengan nama Bima.

Candi ini berdiri di atas batur yang tinggi, bagian puncak dan sebagian candi telah runtuh. Candi Rimbi menghadap ke arah barat. Kaki candi tampak seperti bersusun dua, terbagi oleh pelipit yang menonjol keluar.

Candi rimbi dipercaya sebagai tempat pendarmaan Tribhuana Wijayatunggadewi, ibunda dari prabu Hayam Wuruk, yang menjadi ratu Majapahit pada era 1329-1350. Diduga bangunan candi didirikan pada era Raja Hayam Wuruk tahun 1384 M. saat itu Majapahit berada pada puncak keemasan tahun 1350–1389.

Pada bangunan candi ditemukan arca Dewi parwati (istri dewa siwa) sebagai perwujudan Ratu Tribhuana Wijayatunggadewi, sekarang arca parwati disimpan di museum Nasional jakarta. Pada dinding candi terdapat relief sebanyak 15 panel. Bingkai panel diukir secara bergantian menjadi dua jenis: bingkai menonjol dan hiasan bunga Padma dengan bingkai geometris.

Candi Rimbi terletak di kaki Gunung Anjasmoro, persisnya sekarang di Desa Pulosari, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang. letaknya berada di pinggir jalan raya Bareng menuju Wonosalam. Situs ini berdiri diatas areal seluas 896.56 m2.

Reruntuhan bangunan candi ini pertama kali ditemukan pada abad ke-19 oleh Alfred Wallace, seorang penjelajah sekaligus ahli biologi asal Inggris. pada saat itu Alfred Wallace sedang melakukan perjalanan menuju kawasan perbukitan Wonosalam untuk mengumpulkan berbagai jenis tanaman. Hasil penemuanya ini diceritakan dalam buku The Malay Archipelago yang terbit pada tahun 1869.

Baca Juga:  Koni didampingi wakil DPRD Jombang akan melakukan Loby untuk meminta penambahan jumlah atlit porserosi dalam ajang Porprov IX Jawa Timur 2025 di Malang raya

Dikutip dari laman Jombang Travel.id. Candi rimbi ini secara keseluruhan terbuat dari batu andesit sedangkan pondasinya dari batu bata, dengan menara menghadap ke barat. Denah dasar candi berbentuk bujur sangkar berukuran 13,24×9,10 m dan tinggi tersisa 12m. Bagian candi terdiri dari lapik candi yang hanya tersisa fasad utara dengan relung semu, dan atap candi yang sudah runtuh berdasarkan temuan arca ganesha.

Pada bagian kaki candi diukir relief tantri Garudeya yaitu Relief yang menggambarkan garuda sedang diberkati seorang petapa/pendeta, Kunjarakarna, sang setiawan, Arjunawiwaha, Sri Tanjung, Cerita panji serta Lambang Surya Majapahit sebanyak 49 panil. Selain bangunan ditemukan juga fragmen Kala, fragmen arca yang tinggal bagian kaki.

Hingga kini kita masih bisa melihat bentuk asli dari candi walaupun sudah tidak utuh karena ada bagian-bagian yang sudah runtuh, yang tersisa hanya kaki dan dinding tubuh bagian utara. Kaki candi terdiri atas tiga teras yang dihubungkan oleh sebuah tangga masuk menuju bilik.

Suaka peninggalan cagar budaya dan purbakala Jawa Timur melakukan tindakan pemugaran terhadap candi ini pada tahun 1994-1996.

Seorang penulis, Agus Aris Munandar, dalam bukunya tentang keistimewaan candi pada masa Kerajaan Majapahit, mengatakan bahwa kelompok candi yang khas ini menjadi gaya bangunan yang populer pada abad ke-13-15 Masehi. (*)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments